Jumat, 05 Oktober 2012

Mengetik Lama, Syaraf Bisa Terjepit & Meradang

Mengetik Lama, Syaraf Bisa Terjepit & Meradang - Ini bisa jadi peringatan bagi mereka yang bekerja dengan mesin ketik, komputer maupun handphone. Ternyata, mengetik dengan ujung jejari bisa menyebabkan peradangan dan terjepitnya simpul syaraf.
Mengetik Lama, Syaraf Bisa Terjepit & Meradang
Hal itu dikemukakan para dokter ahli syaraf di Makassar, Kamis (4/10/2012) dalam seminar bertema Neuropati dan Pencegahannya. Konsultan Neurologis Departemen Neurologi FKUI RSCM dr. Manfaluthy Sp.S(K) mengatakan, syaraf kemungkinan dapat terjepit jika melakukan gerakan berulang-ulang dalam waktu yang lama.

Manfaluthy mengatakan, mengetik itu bekerja dengan menggunakan jari dan pergelangan tangan. Siku dan lengan juga turut di dalamnya. "Syaraf bisa terjepit dan luka karena digunakan cukup lama. Jari dan lengan bisa tegang, kurang rileks. Perlu waspada terhadap kondisi syaraf terjepit ini, ," jelas dokter yang juga pengurus pusat Persatuan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia (Perdossi) ini.

Manfaluthy menambahkan, penggunaan smartphone seperti BlackBerry perlu diwaspadai. Jari-jari yang dipakai mengetik bisa kaku dan syaraf bisa terjepit. Akibatnya, jari dan tangan bisa kebas, panas hingga kesemutan.

"Kalau tidak mau syarafnya bermasalah, seringlah mengonsumsi vitamin B. Soalnya, vitamin B adalah makanan syaraf yang sangat dibutuhkan untuk melindungi dan meregenerasi syaraf. Syaraf sangat sensitif terhadap kekurangan vitamin B," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Yudy Goysal, Koordinator Kelompok Studi Neurofisiologi dan Syaraf Tepi Perdossi Makassar mengatakan, ujung jari yang dipakai mengetik memiliki selubung. Jika dipakai menekan tuts dalam jangka lama dan berulang, akan terjadi lubang syaraf sehingga terjadi peradangan syaraf.

"Ujung jari bisa terganggu, lama-lama jadi kebas. Peradangan yang terjadi bisa mengganggu reaksi yang diterima otak," kata Yudy.

Yudy menambahkan, sedikitnya terdapat tiga simpul syaraf besar yang berada di ujung jari. Simpul syaraf inilah yang banyak terpakai jika gerakan mengetik dengan ujung jari dilakukan.

"Kerusakan syaraf berupa peradangan itu dinamakan neuropati. Gejalanya adalah rasa kebas, keram, kaku-kaku, kesemutan, kulit hipersensitif. Semua orang berisiko terkena. Apalagi orang-orang yang bekerja dengan komputer, mesin ketik maupun smartphone," tutupnya.