Jumat, 05 Oktober 2012

Jakarta, Kota dengan Gangguan Kejiwaan Tertinggi Nasional

Jakarta, Kota dengan Gangguan Kejiwaan Tertinggi NasionalJakarta, Kota dengan Gangguan Kejiwaan Tertinggi Nasional - Tekanan di kota besar memang cukup membuat stres masyarakatnya. Kemacetan atau tumpukan pekerjaan menjadi faktor yang menyebabkan masyarakat perkotaan rentan terkena gangguan jiwa.

Beban yang besar hidup di perkotaan memang dapat memberikan efek terhadap kesehatan jiwa masyarakatnya. Hal tersebut terbukti dengan tingginya angka orang dengan gangguan jiwa yang rata-rata muncul di kota-kota besar.

“Saat ini, Jakarta menjadi kota dengan angka gangguan kesehatan jiwa tertinggi, prevelensi nasional pada gangguan jiwa berat usia di atas 15 tahun di Jakarta sekira 2,03 persen,” tutur Dr. Reza, Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Soeharto Heerdjan pada acara konferensi pers dan kunjungan media ke RSJ Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta, Jumat (5/10/2012).

Dr. Reza mengatakan, hal-hal seperti kemacetan, tekanan pekerjaan, dan masalah lainnya memang menjadi faktor utama tingginya angka gangguan kesehatan kejiwaan di Kota Jakarta.

“Bukan hanya masalah seperti kemacetan dan tekanan pekerjaan yang dapat menjadi faktor gangguan kesehatan di Kota Jakarta, pergaulan masyarakat, seperti tingginya penggunaan obat-obatan terlarang juga menjadi salah satu penyebab gangguan kesehatan kejiwaan di Kota Jakarta,” jelas dr. Reza.

Kota dengan tingkat gangguan kesehatan kejiwaan tertinggi kedua adalah Banda Aceh. Masyarakat yang trauma pasca-bencana tsunami ini memiliki prevealansi sekira 1,9 persen.